Categories
Uncategorized

What I’ve Learned from My 5 Failed Blogs

I’ve made a bad decision.

I’ve started a blog.

You know the worst part of them all? This isn’t my first one.

I’ve made a blog about myself, about coffee, about shoes, anything that i think i could like writing about.

It went up in flames.

You should’ve seen how my face looked like when i saw it coming.

But you know, even though i still don’t know what makes those blogs failed (no i think it’s the fact that nobody cares) i would think this one’s gonna makes all the difference.

why?

cuz i will make a drawing for every post i made. Let’s call it an “original innovation” which is something that i think are missing in my previous failed attempt.

here, take a look at this.

it’s so damn old i had to use https://archive.org/web/ and yeah it’s an Indonesian website in case you were wondering what the hell is that language.

my latest failed blog, kopikopian.com, it was a blog about anything related to coffee. I like coffee and i thought it would be a great idea to be able to write about it.

Let me show you my other failed blog.

it’s so damn old that https://archive.org/web/ can’t even remember how my first blog looked like.

That wasn’t my first blog, in fact it had no blog at all. That was my first website and it left me wondering why did nobody came. I got an offer to get on a partnership with someone to dropship bunch of his shoes. I never had any experience with shoes, last time i think about shoes during that time was the moment my mom told me “I didn’t know you hated shoes that much you went with sandals on wedding ceremonies”

I wanted to show you more of my failed blogs but i think waybackmachine has given up. Just take a look at this.

this is just as how i remembered it last time i managed this blog.

From all of those failed blogs, there are many things i could nitpick and find the reason why i failed big time but that would take an entire day to write and for you to read.

to sum it up.

I don’t have any “share value”

hm, how do i put it.

I didn’t have anything can be shared across the social media

Blogging was just all about writing. As long as you write good you’re good to go.

That was me when i purchased my 4th blogging hosting plan.

I was wrong, and i just realized it now.

Blogging is also about having something that people / you can share across social media, whether it’s pinterest, twitter, or instagram so that people could recognize you and that’s where traffic would come.

some people go with infographics, trivia, memes, and they would share it on pinterest and boom.

now i decided to do the same.

here is my first drawing to commence my 5th blogging project.

Categories
Berita Pertambangan dan Energi

Barite, Mineral Industri untuk Lumpur Drilling Minyak

Indonesia memiliki 3.19 juta ton cadangan barite yang terdiri dari 1.56 juta ton cadangan terukur, 1.617 juta ton cadangan terindikasi, dan 17,100 ton cadangan hipotesa.

Indonesia memulai produksi 540 ton barite pada tahun 1987. Produksi meningkat menjadi 900 ton pada tahun 1990. Produksi ini hanya berasal dari satu-satunya tambang barite yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada tahun 1991, PT Prima Lirang Mining, sebuah perusahaan tambang emas, memulai produksi hingga menghasilkan 100.000 ton barite per tahunnya sebagai produk sampingan dari pemrosesan emas di Pulau Wetar, Maluku Selatan. Sejak saat itu, Indonesia menjadi salah satu penghasil barite terbesar di Asia.

Konsumsi barite pada tahun 1987 sebesar 14.118 ton dan menjadi 79.793 ton pada 1991. Penggunaan barite adalah sebagai lumpur drilling di eksplorasi perminyakan.

Ekspor barite pada tahun 1981 mencapai 10,644 ton namun mengalami penuruan hingga 1984 menjadi 762 ton. Kemudian pada tahun 1992 kembali mengalami peningkatan menjadi 7,345 ton. Fluktuasi pada ekspor barite disebabkan oleh harga barite yang tidak stabil di pasar internasional.

Impor barite pada periode 1985-1991 menunjukkan pola yang stabil, namun jatuh dari 92,394 ton di tahun 1990 menjadi 63,774 ton di tahun 1991, kemudian mengalami peningkatan kembali menjadi 85,033 ton pada 1992.

Categories
Berita Pertambangan dan Energi

Marmer, Mineral Industri untuk Konstruksi

Marmer digunakan sebagai hiasan ornamental dan kerajinan.

Sejauh ini, total cadangan marmer di Indonesia tercatat sebesar 7,15 miliar ton yang terdiri dari 50,42 ribu ton cadangan terukur dan 117,87 ribu ton cadangan terindikasi. Mineral ini dapat ditemukan di Aceh, Sumater Utara dan Sumater Selatan, Jawa, Timor Timur, dan Maluku.

Tercatat ada 30 perusahaan pengolahan marmer di Indonesia dengan total kapasitas produksi 4,29 juta meter persegi tiap tahunnya. Hanya beberapa dari perusahaan tersebut memiliki pabrik pengolahan yang mengambil marmer dari tambang lokal atau marmer hasil impor. Selama tahun 1987 hingga 1992, produksi marmer meningkat dari 1.28 juta meter persegi pada tahun 1987 menjadi 1.80 juta meter persegi pada tahun 1992. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan sektor konstruksi dan bangunan.

Ekspor marmer dalam bentuk jadi telah dilakukan sejak lama meskipun dalam jumlah kecil. Pada tahun 1988, jumlah ekspor marmer sebanyak 241 ton atau setara dengan 174,3 meter persegi. Kemudian pada tahun 1989 jumlahnya meningkat menjadi 7764 ton atau setara 103,980 meter persegi, walaupun pada tahun 1992 mengalami penurunan menjadi 2210 ton atau setara 29610 meter persegi. Negara yang menjadi tujuan ekspor selama ini adalah Taiwan, Hongkong, Singapura, dan Australia.

Dalam kurun terakhir ini, impor marmer meningkat dikarenakan pasokan dari dalam negeri masih belum cukup memenuhi kebutuhan terutama untuk marmer dengan tekstur spesial. Impor pada tahun 1988 sebesar 8022 ton dan meningkat menjadi 33899 ton pada tahun 1990.

Categories
Berita Pertambangan dan Energi

Fosfat, Mineral Industri untuk Pupuk

Fosfat adalah batuan yang mengandung unsur fosfor atau senyawa fosfat, yang biasanya disebut sebagai kalsium trifosfat. Bahan galia ini merupakan salah satu bahan galian yang sangat berguna untuk pembuatan pupuk, pembuatan deterjen, dan makanan ternak. Sekitar 90 persen fosfat dunia digunakan sebagai bahan baku pupuk. Menurut asal jadinya, fosfat bisa terbentuk dalam batuan beku perupa mineral apatit, fosfat endapan laut, dan fosfat guano dalam gua batugamping. Di Indonesia, fosfat yang ditemukan dan sudah ditambang adalah fosfat guano. Endapan fosfat guano terbentuk dari kotoran burung walet atau kelelawar yang terhimpun dalam jumlah besar. Kotoran burung walet atau kelelawar itu mengandung asam fosfat yang dalam jangka waktu lama bereaksi dengan batugamping yang mengalasinya dan membentuk batuan fosfat guano. Oleh karena itu maka batuan fosfat guano sebarannya sangat terbatas, yaitu hanya seluas alas gua, dan tersebar di daerah batugamping. Jumlah cadangan yang telah diketahui adalah 184,74 juta ton.

Pertambangan fosfat guano dilakukan secara kecil-kecilan oleh perusahaan atau perorangan di daerah. Produksi fosfat di dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri. Kebutuhan fosfat dalam negeri pada tahun 1981 tercatat sebesar 255.780 ton dan pada tahun 2005 mencapai 1,11 juta ton, yang sebagian besar masih diimpor.

Categories
Berita Pertambangan dan Energi

Zeolit, Mineral Industri untuk Pupuk

Zeolit ditemukan dalam batuan tufa yang terbentuk dari hasil sedimentasi debu vulkanik di dalam danau yang airnya bersifat basa. Dalam jangka waktu lama debu vulkanik itu mengalami proses pengubahan. Endapan zeolit ditemukan di banyak tempat, antara lain, di Lampung, Sukabumi, Bogor, Lebak, Tasikmalaya, Wonosobo, Kulonprogo, Pacitan, Ponorogo, Blitar, Malang, dan Ende. Potensi sumber daya yang sudah diketahui sampai dengan tahun 2006 sebesar 223,4 juta ton.

Zeolit banyak digunakan di bidang pertanian untuk meningkatkan mutu tanah, sebagai bahan imbuh pakan ternak, dan penstabil ion di dalam kolam perikanan. Di bidang industri, zeolit digunakan sebagai bahan baku keramik, dan bahan pengisi pada pabrik kertas dan kayu lapis. Mataniaga ini juga digunakan sebagai katalisator dalam proses pembuatan gas dari batubara, dan dalam proses pemurnian minyak dan gas di industri perminyakan. Selain itu, zeolit juga dipakai sebagai bahan penyerap bau, penyerap warna, dan pengolah limbah atau polusi. Dalam teknologi yang lebih maju, zeolit juga digunakan dalam pemanfaatan energi matahari, dan dalam beberapa bidang lain.

Meskipun mataniaga zeolit dapat digunakan dalam berbagai macam industri, dan potensinya cukup besar di Indonesia, namun belum diusahakan dalam skala besar, karena adanya bahan pengganti (substitusi) bahan galian ini yang dapat dipakai untuk industri tersebut.

Categories
Berita Pertambangan dan Energi

Feldspar, Mineral Indudstri untuk Keramik dan Porselen

Feldspar adalah kelompok mineral yang terdiri dari unsur silikat yang mengandung kalium, natrium, dan kalsium. Mineral ini merupakan mineral utama penyusun batuan, khususnya yang bersifat asam seperti granit. Batuan granit mengandung sekitar 60 persen feldspar, berhimpun bersama kuarsa, dan mineral sertaan mika, beril, dan batuan rutil. Kebanyakan, mineral feldspar yang ditambang berasal dari urat pegmatit dalam batuan granit. Pegmatit tersusun oleh mineral feldspar dan kuarsa berkristal kasar, dengna mineral sertaan mika dan topas. Di Indonesia, potensi cadangannya tersebar di daerah-daerah batuan granit, antara lain di Sumatera Utara, Riau, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan di beberapa daerah di Indonesia Bagian Timur. Potensi cadangan yang sudah diketahui berjumlah 7,4 miliar ton. Hampir seluruh produksi feldspar diserap oleh industri di dalam negeri, terutama industri keramik, porselen, dan kaca lembaran.

Dikarenakan buruknya kualitas produk domestik, Indonesia masih menerapkan impor untuk feldspar kadar tinggi baik untuk jenis potassium dan sodium.

Categories
Berita Pertambangan dan Energi

Bentonit, Mineral Industri untuk Pengeboran Minyak

Bentonit terdiri dari dua jenis, yaitu bentonit natrium dan bentonit kalsium. Bentonit natrium digunakan sebagai lumpur pengeboran (drilling mud), sedangkan bentonit kalsium digunakan sebagai bahan pemucat, bahan pengisi, dan bahan penolong, Bentonit bisa terjadi sebagai hasil pelapukan, pengaruh hidrothermal, pergantian unsur, dan pengendapan. Potensinya cukup besar di Indonesia, yaitu di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, sebagian Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Cadangan yang sudah diketahui tercatat sekitar 551,18 juta ton.

Selain dipasarkan di dalam negeri, produksi bentonit Indonesia juga diekspor ke beberapa negara, antara lain Singapura dan Thailand. Pemakai utama bentonit kalisum di dalam negeri adalah industri minyak goeng, sabun dan pengecoran logam, sedangkan bentonit natrium digunakan dalam pengeboran minyak. Mayoritas pengguna bentonite adalah industri minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan sisanya kosmetik dan industri sabun.

Bentonite yang sering ditemukan di Indonesia adalah bentonit kalsium. Bentonit natrium juga ditemukan secara terbatas di Boyolali, Jawa Tengah, Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, dan Sorolangun di Jambi. Diperkirakan cadangan lebih dapat ditemukan di Aceh dan Nusa Tenggara Barat, dengan jumlah 312,04 juta ton dan 117 juta ton.

Categories
Berita Pertambangan dan Energi

Kaolin, Mineral Industri untuk Pelapis Keramik

Nama Kaolin berasal dari bahasa Cina kaolin yang berarti tanah lempung putih. Mataniaga ini adalah sejenis tanah liat berwarna putih atau kelabu muda, merupakan masa yang tersusun dari mineral lempung dengan kandungan besi yang rendah. Dalam industri modern, kaolin banyak digunakan sebagai bahan pelapis atau pengisi pada industri keramik dan porselain. Sebagai bahan imbuh kaolin juga dipakai dalam industri kertas, sabun, kosmetik, farmasi, bahan penyerap, ban dan karet, sepatu, cat dan logam.

Di Indonesia, kaolin ditemukan di daerah-daerah singkapan batuan granit yatu di Pulau Bangka, Pulau Belitung, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dan Papua. Di daerah-daerah lain, seperti di pantai timurlaut Sumatera juga ditemukan kaolin, dan di pantai utara Jawa banyak ditemukan pasir kuarsa, tetapi mutunya kurang baik karena kandungan silikatnya lebih rendah daripada yang ditemukan di daerah lain. Sebagian besar kaolin di Indonesia bermutu keramik dan pengisi. Potensi cadangan yang sudah diketahui diperkirakan sekitar 732,8 juta ton dengan cadangan terukur sebesar 498,8 juta ton. Sebagian besar produksi kaolin berasal dari Provinsi Bangka dan Belitung, yang diusahakan oleh lebih dari 20 perusahaan.

Selain dipasarkan di dalam negeri, kaolin Indonesia juga diekspor ke beberapa negara, di antaranya Taiwan, Jepang, Korea Selatan dan Thailand.

Categories
Berita Pertambangan dan Energi

Pasir Kuarsa, Mineral Industri untuk Industri Kaca dan Semen

Pasir kuarsa juga merupakan mataniaga bahan galian industri yang banyak dipergunakan. Dalam dunia perdagangan, pasir kuarsa dinamai pasir putih, yang mempunyai kadar mineral silikat di atas 55 persen. Pasir kuarsa berasal dari lapukan batuan granit, dan karena itu banyak ditemukan di daerah yang mempunyai singkapan batuan granit, seperti di Pulau Bangka, Pulau Belitung, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah,dan beberapa tempat di Papua. Dari singkapan batuan granit ditemukan pula kaolin yang juga merupakan hasil pelapukan batuan itu. Pasir kuarsa memegang peranan cukup penting dalam industri, baik sebagai bahan baku maupun sebagai bahan imbuh. Sebagai bahan baku, pasir kuarsa digunakan dalam industri kaca lembaran, industri botol, industri keramik, industri semen Portland, dan barang pecah belah kebutuhan rumah tangga.

Produksi pasir kuarsa di Indonesia sebagian besar berasal dari Pulau Bangka dan Belitung, Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan. Sebagian besar pasir kuarsa dipasarkan di dalam negeri, sisanya diekspor ke Thailand, Cina, dan Filipina. Pemakai utama mataniaga ini diantaranya adalah untuk industri semen, kaca lembaran, gelas dan sejenisnya.

Categories
Berita Pertambangan dan Energi

Kalsit, Mineral Industri untuk Sabun

Kalsit juga merupakan mataniaga tersendiri, yang terbentuk dari penghabluran kalsium-karbonat dalam batuan karbonat. Di pasar, mataniaga ini dikenal dengan nama kalsium karbonat alam atau kalsit alam. Potensi endapannya terdapat di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan di Jawa Timur. Selain kalsit yang terbentuk di alam itu, juga ada jenis kalsit yang dibuat melalui proses pengolahan dengan bahan batuan karbonat, yang disebut kalsit buatan. Produksi kalsit ala berasal dari pertambangan skala kecil dalam bentuk SIPD atau tanpa izin, dalam jumlah yang kecil berasal dari daerah-daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Kalsit digunakan dalam berbagai industri, tidak kurang dari 23 macam, baik untuk bahan baku maupun bahan imbuh, antara lain dalam industri sabun dan alat pembersih lainnya, kertas, cat dan pernis, serta farmasi. Selain digunakan dalam industri, kalsit juga digunakan dalam bidang pertanian sebagai “penormal keasaman tanah” (soil conditioner). Kebutuhan industri akan bahan kalsit cukup tinggi dan tidak dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Untuk mencukupinya dilakukan impor dari Taiwan, Malaysia, dan Jepang.